Kamis, 09 Desember 2010

Pertumbuhan dan Perkembangan

PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur.
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
Pertumbuhan adalah penambahan biomassa yang bersifat tidak dapat
balik (irreversible). Penambahan bomassa ditandai dengan penambahan
berat, panjang, volume, jumlah sel, dan lain-lain. Pertumbuhan pada makhluk
hidup dapat dilihat dari perubahan ukurannya. Oleh karena itu, pertumbuhan
dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat. Ciri-ciri pertumbuhan
antara lain sebagai berikut.
a. Terjadi perubahan fisik dan perubahan ukuran.
b. Terjadi peningkatan jumlah sel.
c. Terdapat penambahan kuantitatif individu
d. Dapat dinyatakan dalam ukuran panjang maupun berat.
e. Dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal
f. Bersifat terbatas, pada usia tertentu makhluk hidup sudah tidak tumbuh
lagi.
Pertumbuhan dapat terjadi karena tubuh makhluk hidup tersusun atas
sel-sel. Sel-sel tersebut dapat membelah diri menjadi jumlah kelipatannya.
Bertambahnya jumlah sel menyebabkan penambahan ukuran tubuh makhluk
hidup.Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan

Gbr. Embrio Tumbuhan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebutauksanometer.
Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.
2. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.
- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þbentuk konsentris.
Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsisebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.
- ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup
- ke luar membentuk felem : sel-sel mati


Gbr. Lingkaran tahun
karena aktivitas xilem sekunder

Gbr. Irisan melintang batang waru




Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Hewan dan Manusia
Pertumbuhan dan perkembangan hewan terjadi di seluruh bagian
tubuhnya. Pertumbuhan tersebut menyebabkan bagian-bagian tubuh hewan
semakin besar atau semakin panjang. Pertumbuhan dan perkembangan yang
terjadi pada hewan dan manusia dipengaruhi oleh faktor dari dalam (internal)
makhluk hidup dan faktor dari luar (eksternal).
a. Faktor internal
Faktor dari dalam tubuh makhluk hidup yang memengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan antara lain sebagai berikut.
1) Gen
Gen merupakan faktor penentu sifat yang diturunkan dari
induknya. Sifat-sifat yang diturunkan dalam gen setiap jenis hewan
berbeda.
2) Hormon
Hormon memengaruhi aktivitas di dalam tubuh. Hormon yang
memengaruhi pertumbuhan hewan dan manusia disebut hormon
somatotrof.
b. Faktor eksternal
Pertumbuhan dan perkembangan juga dipengaruhi oleh faktor dari
luar. Faktor dari luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
hewan dan manusia adalah sebagai berikut.
1) Makanan
Semua makhluk hidup membutuhkan makanan sebagai sumber
tenaga dan zat pembangun tubuh. Makanan sebagai sumber tenaga
adalah karbohidrat, sedangkan sumber pembangun tubuh adalah
protein. Ketercukupan kebutuhan makanan akan menjadikan hewan
atau manusia tumbuh optimal.
2) Sinar matahari
Sinar matahari diperlukan dalam pengubahan provitamin D
menjadi vitamin D. Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan
fosfor dari makanan.
3) Aktivitas fisik
Kegiatan fisik, misalnya olahraga dan latihan, akan dapat
memperbesar ukuran otot dan tulang.
Pertumbuhan dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam VIII 5
4) Suhu
Suhu yang sesuai diperlukan dalam pertumbuhan hewan
maupun manusia.
2. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan interaksi antara faktor
dalam dan faktor luar. Faktor dalam yang memengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan antara lain sebagai berikut.
a. Hormon
Hormon yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada
tumbuhan antara lain sebagai berikut.
1) Auksin
Auksin berfungsi untuk pertumbuhan dan penghambatan
pertumbuhan, dormansi, pembentukan bunga dan buah, serta
penuaan dan pengguguran.
2) Giberelin
Fungsi giberelin adalah merangsang pembelahan sel serta
merangsang aktivitas enzim amylase dan proteinase yang berperan
dalam perkecambahan. Giberelin juga merangsang pembentukan
tunas, menghilangkan dormansi biji, dan merangsang pertumbuhan
buah secara parthenogenesis.
3)Kalin
Kalin adalah hormon yg berperan dalam proses organogenesis tumbuhan
Kalin dikelompokan sebagai berikut:
·         Rizokalin : hormon yang mempengaruhi pembentukan akar
·         Kaulokalin : hormon yang mempengaruhi pembentukan batang
·         Filokalin : hotmon yang mempengaruhi pembentukan daun
·         Antokalin : hotmon yang mempengaruhi pembentukan bunga
4) Etilan
Hormon Gas Etilen adalah hormon yang berupa gas yang dalam kehidupan tanaman aktif dalam proses pematangan buah. Aplikasi mengandung ethephon, maka kinerja sintetis ethylen berjalan optimal sehingga tujuan agar buah cepat masak bisa tercapai. (misalnya: Etephon, Protephon) merk dagang antara lain: Prothephon 480SL. Gas Etilen banyak ditemukan pada buah yang sudah tua .

Cara Kerja dan Fungsi Hormon Gas Etilen: 
-Mendorong pematangan, 
-Memberikan pengaruh yg berlawanan dengan beberapa pengaruh dari hormon auksin. 
-Mendorong atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan akar, daun, batang, dan bunga. 
-Meristem apikal tunas ujung, daun muda, embrio dalam biji.
5) Sitokinin
Sitokinin dapat ditemukan pada jaringan yang membelah.
Sitokinin yang ditemukan pertama kali adalah kinetin. Sitokinin yang
terdapat pada Zea mays adalah zeatin. Fungsi sitokinin adalah
merangsang pembelahan sel, merangsang pembentukan tunas pada
batang maupun pada kalus, menghambat efek dominansi apikal, dan
mempercepat pertumbuhan memanjang.
6) Asam absisat
Tidak semua hormon berfungsi untuk memacu pertumbuhan,
sebab ada juga yang menghambat pertumbuhan, yaitu asam absisat.
Fungsi asam absisat adalah menghambat pembelahan dan pemanjangan
sel, menunda pertumbuhan atau dormansi, merangsang
penutupan mulut daun di musim kering, dan membantu peluruhan
daun pada musim kering.
7) Asam traumalin
Hormon ini berperan dalam proses regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan
b. Genetik
Faktor genetik yang diturunkan dari induknya sangat memengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Adapun faktor luar yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
pada tumbuhan di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Suhu
Suhu lingkungan berpengaruh terhadap respirasi, fotosintesis,
transpirasi, dan reproduksi.
b. Cahaya
Cahaya diperlukan tumbuhan untuk melakukan proses fotosintesis.
Namun, pada saat proses perkecambahan, cahaya justru menghambat
pertumbuhan kecambah. Kecambah yang ditumbuhkan di tempat yang
gelap lebih cepat tumbuh dibandingkan di tempat yang terang.
Pertumbuhan yang cepat di tempat yang gelap disebut etiolasi.
c. Kelembaban
Kelembaban udara berpengaruh terhadap penguapan air (transpirasi)
serta penyerapan makanan dan air. Jika kelembaban udara rendah maka
transpirasi akan berlangsung cepat sehingga memacu tumbuhan untuk
menyerap makanan dan air. Keadaan ini dapat memacu pertumbuhan
tumbuhan.
d. Oksigen
Oksigen memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seluruh
bagian tubuh tumbuhan. Tanah yang gembur mempunyai kemampuan
yang besar untuk menyimpan oksigen. Oksigen ini dimanfaatkan
tumbuhan untuk respirasi.
e. Air dan zat hara
Zat hara merupakan sumber energi dan sumber materi untuk
pembentukan berbagai komponen sel yang diperlukan selama
pertumbuhan tanaman. Air sangat diperlukan pada saat perkecambahan
biji. Air juga sangat penting untuk membentuk vakuola sel dan
mengaktifkan enzim. Air berfungsi sebagai pelarut zat hara agar dapat
masuk ke dalam sel akar secara difusi.



Pertumbuhan dan Perkembanagan Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuhnya. Biasanya pertumbuhan dan perkembangan ini diawali dari proses fertilisasi. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.

1. Fase Embrionik
Adalah fase pertumbuhan zigot hingga terbentuknya embrio. Fase ini meliputi beberapa tahapan.
a.
Fase Pembelahan (Cleavage) dan Blastulasi
-
Pembelahan zigot membelah (mitosis) menjadi banyak blastomer.Blastomer berkumpul membentuk seperti buah arbei disebutMorula
Morula mempunyai 2 kutub, yaitu :
*
 kutub hewan (animal pole)
*
 kutub tumbuhan (vegetal pole)
-
Blastulasi sel-sel morula membelah dan "arbei" morula membentuk rongga (blastocoel) yang berisi air, disebut Blastula.
b.
Gastrulasi
Adalah proses perubahan blastula menjadi gastrula.
Pada fase ini :
-
blastocoel mengempis atau bahkan menghilang
-
terbentuk lubang blastopole Þ akan berkembang menjadi anus
-
terbentuk ruang, yaitu gastrocoel (Archenteron) Þ akan berkembang menjadi saluran pencernaan
-
terbentuk 3 lapisan embrionik : ektoderm, mesoderm dan endoderm
Berdasarkan jumlah lapisan embrional, hewan dikelompokkan menjadi:
-
Hewan diploblastik : memiliki 2 lapisan embrional, ektoderm dan endoderm
-
Hewan triploblastik : memiliki ketiga lapisan embrional
*
 triploblastik aselomata : tak memiliki rongga tubuh 
*
 triploblastik pseudoselomata : memiliki rongga tubuh yang semu
*
 triploblastik selomata: memiliki rongga tubuh yang sesungguhnya, yaitu basil pelipatan mesoderm

c.
Morfogenesis
Proses pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi menjadi organ, sistem organ dan organisme.
d.
Diferensiasi dan Spesialisasi Jaringan
Diferensiasi
 Þ jaringan/lapisan embrionik akan berkembang menjadi berbagai organ dan sistem organ. 
Spesialisasi
 Þ setiap jaringan akan mempunyai bentuk, struktur dan fungsinya masing-masing.
e.
Imbas Embrionik
Diferensiasi dari suatu lapisan embrionik mempengaruhi dan dipengaruhi oleh diferensiasi lapisan
 embrionik lain.

2. Fase Pasca Embrionik
Secara umum meliputi metamorfosis dan regenerasi.
Metamorfosis adalah perubahan bentuk secara bertingkat dari masa muda Þ hewan dewasa.
a.
Serangga
Metamorfosis tak sempurna :
 telur Þ nimfa Þ imago.
Metamorfosis sempurna
 : telur Þ larva Þ pupa Þ imago.
b.
Katak
Zigot
 Þ berudu Þ katak muda Þ katak dewasa.
Regenerasi adalah kemampuan untuk memperbaiki sel, jaringan atau bagian tubuh yang rusak, hilang atau mati.
- hewan tingkat tinggi Þ terbatas pada jaringan
- hewan tingkat rendah
 Þ dapat sampai pada tingkat organ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar